• Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5
  • 0411556449 WA 081141700766
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Pengumuman
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Portal PPID
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Perjanjian Kinerja
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
    • Indeks Kepuasan Masyarakat
  • Publikasi
    • Galeri Media
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Warta
    • Leaflet / Brosur
    • jurnal
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
439 dilihat       10 Oktober 2025

PERKUAT PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN, ICARE TERAPKAN PRINSIP ESS10 DI SOPPENG

SOPPENG, 8 Oktober 2025. Dalam rangka memperkuat implementasi prinsip Stakeholder Engagement sebagaimana diamanatkan dalam Environmental and Social Standard (ESS) 10 Bank Dunia, Tim Pelaksana Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) menggelar koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini bertujuan memastikan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan program, khususnya terkait pengembangan Optimasi Lahan (OPLA) dan program Brigade Pangan.

Koordinasi yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng membahas sinergi kebijakan, pendampingan teknis, serta mekanisme pelibatan petani dan kelompok tani dalam program ICARE. Fokus utama pertemuan adalah memastikan bahwa seluruh tahapan program, mulai dari identifikasi lahan hingga pembentukan Brigade Pangan dilakukan secara partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan lokal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng menegaskan komitmen untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan kerangka nasional ICARE, termasuk mendorong kemandirian benih melalui program mandiri benih. “Kami akan memastikan tidak terjadi tumpang tindih bantuan benih. Jika suatu lokasi OPLA telah mendapat pasokan benih dari program mandiri benih daerah, maka lokasi tersebut tidak akan diusulkan kembali dalam Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ke Direktorat Jenderal Tanaman Pangan,” jelasnya.

Sejalan dengan prinsip ESS10, Dinas Pertanian juga telah melakukan koordinasi teknis dengan Dinas Kehutanan untuk memitigasi risiko tumpang tindih antara lokasi OPLA dengan kawasan hutan lindung. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan kepatuhan terhadap ESS6 (Konservasi Keanekaragaman Hayati) sekaligus memperkuat konsultasi lintas sektor sejak tahap perencanaan.

Peran penyuluh pertanian ditegaskan sebagai focal point pelibatan pemangku kepentingan di tingkat lapangan. Mereka tidak hanya terlibat dalam identifikasi lahan dan pengusulan CPCL, tetapi juga dalam pendampingan pembentukan Brigade Pangan serta pemberian bimbingan teknis guna meningkatkan kapasitas petani. Pendekatan ini selaras dengan Stakeholder Engagement Plan (SEP) ICARE, yang menekankan pentingnya komunikasi dua arah, akses informasi yang setara, dan partisipasi bermakna dari seluruh pihak terdampak, termasuk petani penggarap, pemilik lahan, dan kelompok perempuan.

Dengan mengedepankan prinsip ESS10, pelaksanaan program ICARE di Kabupaten Soppeng diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan, tetapi juga membangun sistem pertanian yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kemitraan strategis antar pemangku kepentingan.

(Sumber: AFS. Editor: DAR)

Prev Next

- BRMP Sulsel


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Optimalkan Sawah Toraja Utara, BRMP Sulsel Rakor LTT dan Tanam Perdana PM-AAS
    24 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    BRMP Sulsel Gelar Bimtek Teknologi OPT untuk Petani Kentang Malino
    23 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Akselerasi Swasembada Pangan, BRMP Sulsel Gelar Rakor LTT dan PM-AAS di Tana Toraja
    23 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Program ICARE Gelar Sekolah Lapang Penerapan Pertanian Modern di Enrekang
    23 Jul 2026 - By BRMP Sulsel
  • Thumb
    Rakor Perluasan PM-AAS Sulsel Perkuat Sinergi Menuju Target 91.120 Hektare Pertanian Modern
    21 Jul 2026 - By BRMP Sulsel

tags

agromodern icare icaresulsel

Akreditasi Sertifikasi :

Kontak

0411556449 WA 081141700766

[email protected]

Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5
Kel. Pai, Kec. Biringkanaya
Makassar - Sulawesi Selatan
Indonesia 90242

https://sulsel.brmp.pertanian.go.id

WA 081141700766

© 2025 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan. All Right Reserved